Apa yang termasuk dan tidak termasuk plagiarisme?

This post is also available in: English

Plagiarisme adalah topik yang sering didebatkan. Kita kadang melihat logo perusahaan yang mirip dengan logo perusahan lain, tapi perusahaan-perusahaan pemilik logo itu tidak pernah menuntut satu sama lain karena kemiripan logo. Hal ini tentunya membuat kita kesulitan untuk memutuskan apa yang harus dihitung dan tidak harus dihitung plagiarisme secara teoritis.

Di bidang desain grafis Anda – seorang desainer – mungkin tidak asing dengan istilah overused logo/concept logo/konsep yang sering dipakai berulang kali). Istilah itu menunjuk pada logo-logo yang memakai konsep yang sama. Untuk memperjelas batasan plagiarisme, berikut adalah hal-hal yang termasuk dan tidak termasuk plagiarisme di Sribu.com:

Apa yang termasuk plagiarisme di Sribu.com:
Sebuah desain yang lebih dari 95% mirip dengan desain lain (di dalam atau di luar Sribu.com) terhitung plagiarisme, apalagi setelah bukti desain yang diplagiat ditemukan. Hal ini ditentukan dari penggunaan font, warna, bentuk, dan brand identity.

Apa yang TIDAK termasuk plagiarisme di Sribu.com:
Konsep yang sama bisa diterima (contoh: membuat vector daun yang minimalis untuk logo berbasis alam → ini disebut konsep. Konsep ini mungkin akan sering ditemukan di kontes logo untuk perusahaan berbasis alam).

Karena ini adalah topik yang sering diperdebatkan, jangan takut untuk berkonsultasi dengan staff Sribu atau langsung dengan pembuat kontes. Di kontes Sribu.com, apa yang menjadi termasuk dan tidak termasuk plagiarisme, kembali diputuskan pembuat kontes, sejak pembuat kontes berhak memilih pemenang.

Ada pertanyaan lainnya seputar plagiarisme? Silahkan hubungi customer service Sribu melalui email di [email protected] atau melalui hotline Sribu di 021-29305171 (jam kerja Senin-Jum’at 08.30-17.30).